Senin, 18 Juni 2012

Yoghurt

 

Jenis Yoghurt

Saat ingin membeli yoghurt, Anda mungkin bingung memilih jenis yoghurt yang ada. Pada umumnya, berdasarkan teksturnya, yoghurt terbagi dalam beberapa jenis, yaitu:
  • Set Yoghurt

    Merupakan yoghurt dengan tekstur sangat kental. Umumnya merupakan plain yoghurt yaitu yoghurt tanpa penambahan gula, rasa, atau aroma. Warnanya putih dan terasa sangat asam.
  • Stir Yoghurt

    Teksturnya lebih encer dibanfingkan set yoghurt tetapi masih terasa kental mirip dengan ice cream. Stir yoghurt sudah mengalami penambahan pemanis, perasa atau buah-buahan pelengkap. Untuk menikmatinya, Anda membutuhkan sendok.
  • Drink yoghurt

    Yogurt bentuk ini dapat langsung diminum. Bentuknya cair sama seperti susu cair.
Perbedaan jenis ini terjadi karena perbedaan bahan baku dan proses pembuatan. Jadi tidak berarti yoghurt kental lebih baik dibandingkan yoghurt cair.

Proses Fermentasi Yoghurt

Yoghurt berasal susu yang kemudian ditambahkan dengan bakteri yang akan membentuk asam laktat. Bakteri yang biasa digunakan dalam proses pembuatan yogurt adalah bakteri Bifidobacterium sp., Lactobacillus sp. atau bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus.
Bakteri-bakteri ini yang akan memicu proses fermentasi dari susu, mengubah laktosa pada susu menjadi asam laktat. Efek lain dari proses fermentasi adalah pecahnya protein pada susu yang menyebabkan susu menjadi kental. Hasil akhirnya susu akan terasa asam dan kental, inilah bentuk yoghurt dasar yang telah jadi.

Cara Membuat Yoghurt

Bagi Anda yang menggemari yoghurt atau ingin merasakan khasiat yoghurt, Anda dapat pula membuatnya sendiri di rumah. Bahan dasar yang diperlukan adalah susu cair, susu bubuk, gula pasir dan yoghurt tawar yang berfungsi sebagai bibit.
Masukkan susu cair dalam panci, dicampur dengan susu bubuk dan gula pasir. Panaskan diatas kompor dengan api kecil sampai mencapai suhu 75 – 80 derajat Celsius. Diamkan selama 15 menit kemudian angkat dan biarkan sampai mencapi suhu 35 derajat Celcius. Bila ingin menghasilkan yoghurt rendah lemak, maka gunakan susu rendah lemak dalam pembuatannya.
Kemudian masukkan yoghurt tawar (yoghurt tanpa penambah rasa, tanpa gula, tanpa penambah aroma) atau atau bibit yoghurt yang dijual di pasaran dan aduk rata. Pastikan bahwa yoghurt telah mencapai suhu 35 derajat Celcius sebelum memasukkannya agar bakteri pada bibit atau starter ini tidak mati. Tutup rapat panci agar susu mengalami proses fermentasi. Biarkan selama 24 jam.
Setelah terbentuk yoghurt, Anda dapat menambahkan buah-buahan yang dengan gula. Atau tambahkan sirup atau gula bila yoghurt terasa kurang manis.

Penyimpanan Yoghurt

Setelah yoghurt terbentuk, cara terbaik penyimpanannya adalah dengan menaruhnya dalam lemari es. Simpan dalam suhu 4-7 derajat Celcius. Sebaiknya yoghurt diletakkan dalam wadah yang tertutup rapat.

Frozen Yoghurt (Froyo)

Yoghurt dapat pula diolah menjadi bentuk seperti ice cream. Bentuk inilah yang dikenal sebagai frozen yoghurt atau sering disebut froyo yang gerainya marak muncul di berbagai pusat perbelanjaan. Khasiat froyo sama dengan yoghurt pada umumnya. Froyo lebih banyak dinikmati karena disantap dalam kondisi dingin dan mirip dengan saat menikmati ice cream.
Untuk menghasilkan bentuk frozen yoghurt, diperlukan mesin khusus seperti mesin yang diperlukan untuk membuat ice cream.

Manfaat Yoghurt

Yoghurt terutama bermanfaat bagi para penderita intoleransi laktosa (lactose intolerance) karena dalam bentuk yoghurt, susu menjadi lebih mudah dicerna karena sudah mengalami pemecahan laktosa.
Bagi kesehatan, yoghurt bermanfaat untuk:
  • Meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah sakit
  • Menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL)
  • Menyembuhkan radang sendi
Manfaat lainnya dapat dilihat pada artikel Yoghurt untuk Kesehatan.

Cokelat





Asal Cokelat

Cokelat atau sering dikenal sebagai kokoa dihasilkan dari tumbuhan kakao atau dikenal dengan nama latin Theobroma cacao. Kata theobroma berarti makanan para dewa. Cokelat atau kokoa diambil dari bagian biji pohon kakao.
Negara penghasil kakao terbesar di dunia saat ini adalah Pantai Gading. Sedangkan Indonesia juga menempati urutan 3 besar negara penghasil kakao. Itu sebabnya banyak sekali cokelat yang bisa dihasilkan dan dinikmati di Indonesia. Namun, darimana sebenarnya cokelat berasal? Bagaimana sejarah cokelat?

Sejarah Cokelat

Kemungkinan besar, di lembah-lembah Amazon dan Orinoco di Amerika Selatan terdapat banyak pohon kakao liar. Pohon ini sudah tumbuh di sana sejak ribuan tahun yang lalu, kemungkinan sejak 400 tahun sebelum masehi. Kemudian orang-orang dari bangsa Maya mulai membudidayakan pohon kakao. Sewaktu orang-orang ini bermigrasi ke Yucatan di Amerika Tengah, mereka juga membawa kakao ke sana.
Kebiasaan menikmati cokelat dimulai oleh para bangsawan suku Indian Aztec di Amerika Tengah, daerah yang sekarang menjadi wilayah Meksiko. Penduduk Meso-Amerika ini mencampurkan bubuk biji kakao yang rasanya pahit dengan jagung fermentasi atau juga dengan anggur. Campuran ini diracik menjadi minuman yang disajikan dalam cangkir emas. Bahkan salah satu kaisar Aztec yang bernama Montezuma dapat meminum lebih dari 50 cangkir cokelat setiap hari.
Bahkan, karena begitu berharganya cokelat pada masa itu dianggap sebagai makanan para dewa yang menjadi asal-usul nama latin pohon cokelat. Sehingga biji kakao digunakan dalam upacara keagamaan dan juga sebagai hadiah. Selain itu, karena berharganya cokelat pada zaman itu, membuat biji kakao digunakan juga sebagai alat pembayaran yaitu mata uang.
Sewaktu terjadi penaklukan oleh Spanyol di Meksiko dan Amerika Tengah, orang Spanyol juga mulai membuka perkebunan kakao. Ternyata keuntungannya sangat besar, sehingga orang Spanyol menguasai perdagangan cokelat hingga abad ke-18. Mereka juga membawa biji kakao ke Haiti, Trinidad dan Afrika Barat. Dan hingga sekarang, penghasil cokelat terbesar adalah salah satu negara di Afrika Barat yaitu Pantai Gading.
Kebiasaan minum cokelat akhirnya menjadi kebiasaan para bangsawan di Spanyol. Kemudian kebiasaan ini menyebar hingga ke Inggris dan seluruh Eropa, khususnya masyarakat golongan atas dan bangsawan.
Karena rasanya yang unik, minuman cokelat bahkan menyaingi bir yang saat itu populer di Eropa. Dan permintaan akan cokelat dengan rasa yang semakin nikmat terus berkembang, apalagi sejak ditemukan mesin untuk membuat cokelat pada masa revolusi industri.
Sejak ditemukan berbagai cara pembuatan cokelat pada masa revolusi industri di Eropa, mesin uap mulai digunakan untuk menggiling cokelat. Kemudian perubahan signifikan dalam meningkatkan mutu cokelat terjadi pada tahun 1828 di Belanda di mana Coenraad van Houten menemukan cara memisahkan bubuk dan minyak kakao dari adonan biji kakao giling. Hal ini membuka penemuan-penemuan berikutnya yang mampu mencampur cokelat yang berupa cairan yang kental dan pekat, dicampur minyak kakao serta gula. Dan ini menjadi asal mula cokelat padat yang akan menjadi cikal bakal cokelat batangan yang kita kenal sekarang.
Sekitar abad ke-19, barulah cokelat yang rasanya lembut di lidah mulai diciptakan. Dimulai di Swiss, adonan biji kakao giling dimasukkan ke cakram porselen dan dihaluskan beberapa jam sehingga menghasilkan cokelat yang lembut dan dapat lumer di lidah. Proses ini disebut conching.
Kemudian banyak pengusaha industri makanan mulai membuat cokelat jenis ini yang sangat laku. Beberapa nama terkenal yang merknya terkenal hingga sekarang, mulai terjun dalam industri ini. Pengusaha dan penemu seperti Lindt, Nestle, Hershey, Tobler dan Kohler, yang nama mereka dikenal sebagai merk cokelat hingga hari ini, telah menemukan berbagai mesin pengolahan cokelat untuk meningkatkan mutu dan rasa cokelat.

Manfaat Cokelat

Cokelat telah dianggap sebagai salah satu makanan atau minuman yang bisa membantu kesehatan. Silahkan baca artikel berikut mengenai cokelat untuk kesehatan: Cokelat Membuat Hidup Lebih Sehat.
Selain itu, cokelat juga terbukti membuat kulit lebih halus. Misalnya cokelat bisa mencegah penuaan dini. Silahkan baca artikel berikut: Cokelat untuk Kecantikan.
Beberapa penelitian, meski belum dapat dibuktikan, telah menunjukkan keefektifan cokelat dalam perawatan berbagai penyakit seperti penyakit jantung, konstipasi, dan masalah kulit. Juga cokelat dapat meningkatkan mood baik seseorang bahkan mampu meningkatkan gairah seksual.
Ya, cokelat telah menjadi cemilan dan minuman favorit bagi banyak orang. Tentu kita beruntung bisa menikmati cokelat pada zaman modern ini, di mana rasa, tekstur dan variasi cokelat telah tersedia sangat banyak dengan mutu yang jauh lebih baik dibanding ketika pertama kali cokelat dinikmati.

Buah Naga



Tekstur Buah Naga


Buah naga berbentuk lonjong dan berwarna merah dengan sisik jarang-jarang yang tidak tajam. Mungkin tampilan luar dari buah ini yang membuatnya dinamakan Buah Naga. Daging buahnya berwarna putih dengan banyak biji hitam kecil yang dapat dimakan. Memiliki tekstur berair pada daging buahnya sehingga rasanya menyegarkan. Khasiat dari buah ini antara lain untuk menurunkan kolestrol, masalah keputihan dan meningkatkan daya ingat.

Jenis Buah Naga

Buah Naga memiliki beberapa jenis berdasarkan daging buahnya, antara lain:
  • Buah Naga Putih dengan kelopak di ujung buah dengan warna hijau dan batang berwarna hijau muda kekuning-kuningan.
  • Buah Naga Merah, dengan memiliki banyak kelopak, batang lurus berwarna hijau tua dan memiliki duri yang rapat.
  • Buah Naga Super Red, berkelopak sedikit, batang berwarna hijau dan halus.
  • Buah Naga Kuning, dengan ukuran yang lebih kecil, kira-kira sepertiga dari rata-rata ukuran Buah Naga lainnya.

Asal Buah Naga

Banyak yang salah dan menganggap buah ini berasal dari Cina karena namanya tersebut, tetapi, sebenarnya buah ini berasal dari padang pasir di Meksiko. Tanaman ini memang sejenis kaktus yang mampu hidup di daerah kering dan bernama latin Hylocereus undatus. Pohonnya sama seperti tanaman kaktus yaitu berbatang tebal dengan duri-duri kecil. Buah akan tumbuh di ujung cabang dan tumbuh menjuntai.

Menanam Buah Naga

Karena mudah dalam perawatan serta tanaman yang tidak memerlukan daerah yang luas, Anda dapat menanam sendiri buah ini dalam area yang kecil seperti di pekarangan rumah. Selain itu, karena merupakan jenis tanaman kaktus, tanaman buah naga mudah dalam perawatannya.
Fisik tanaman yang panjang dan tinggi dapat juga sebagai penutup atau pagar pada rumah. Karena ujung buahnya menjuntai, biasa digunakan penyangga agar pohon dapat berdiri tegak. Perawatan yang dilakukan untuk memelihara dan mendapatkan buah yang baik adalah:
  • Pada awal pembibitan, beri pupuk sebanyak 2 kali setiap minggu selama 2 bulan untuk merangsang pertumbuhan batang yang dapat membantu pertumbuhan batang dan cabang.
  • Setelah itu, hentikan pemberian pupuk dan cukup dilakukan penyiraman setiap seminggu sekali selama 1 bulan. Jangan terlalu banyak memberikan air karena teanaman ini termasuk jenis kaktus yang tidak membutuhkan banyak air dan dapat membusukkan akar.
  • Selanjutnya, saat cabang mulai terbentuk, berikan pupuk untuk merangsang pertumbuhan buah. Lakukan 2 kali seminggu sampai muncul buah.
  • Agar tetap kelihatan bagus, lakukan pemangkasan agar tanaman tetap terlihat rapi dan tidak terlalu banyak. Sisakan 4 cabang utama agar tanaman dan buah dapat memperoleh cukup makanan sehingga tanaman dan buah tumbuh dengan baik.
Buah Naga dapat dipanen setelah berusia 9 bulan dan dapat tumbuh selama 20 tahun. Bunga mekar pada malam hari dan pada pagi hari akan menguncup. Selanjutnya, akan tumbuh bakal buah yang akan matang 1 bulan setelahnya. Untuk memetiknya, potong sedikit bagian batang agar buah yang telah dipetik lebih tahan lama.